Komitmen parlemen tersebut dituangkan dalam sebuah komunike (communique) bernama `Nusa Dua Communique`.
Pertemuan dihadiri oleh 231 partisipan dari 49 negara, termasuk beberapa speaker (Ketua Parlemen).
Seharusnya, air hadir untuk mendekatkan hubungan antarmanusia, bukan menciptakan kesenjangan.
Partispasi aktif masyarakat dan komunitas lokal harus diakui oleh negara.
Israel memanfaatkan air bukan sebagai sumber kehidupan akan tetapi sebagai sumber petaka dengan menjadikannya senjata.
Jika parlemen dan pemerintah mampu meningkatkan alokasi pendanaan untuk pengadaan air bersih, seharusnya persoalan kelangkaan air bisa diselesaikan secara signifikan.
Puan memahami bahwa aksi-aksi nyata untuk menyelesaikan isu air perlu didukung oleh anggaran yang memadai.
Pertemuan antarparlemen yang digelar sepanjang 19-21 Mei ini merupakan bagian dari rangkaian acara Forum Air Dunia ke-10) (10th World Water Forum/WWF).
Air sebagai sumber kehidupan mempunyai peran penting dalam komitmen pembangunan berkelanjutan atau SDGs.